Washington,LiputanIslam.com-Menteri energi AS pada Kamis (28/6) mengutarakan harapannya agar OPEC bersama Rusia bisa menutupi kemungkinan defisit ekspor minyak Iran, menyusul diberlakukannya sanksi Washington atas Teheran.

Menurut laporan Reuters, Rick Perry mengakui adanya kemungkinan kenaikan harga minyak setelah Iran dijatuhi sanksi. Dia berkata,”Pasar akan mendapatkan tekanan. Namun kami memandangnya sebagai sebuah peluang bagi anggota-anggota OPEC untuk menutupi celah ini.”

“Saya berpikir harga (minyak) akan naik. Namun ke depannya pasar akan kian tenang, sebab pasar tahu bahwa ada penawaran sesuai dengan permintaan,”lanjutnya.

Perry menyatakan, dia yakin bahwa Saudi bisa meningkatkan produksi minyaknya hingga 11 juta barel per hari, demikian pula Rusia. Dengan begitu, pasar minyak mentah dunia akan tetap stabil, ujarnya.

Kemenlu AS pada pekan ini mengumumkan, dengan diberlakukannya sanksi-sanksi atas Iran, semua negara pengimpor minyak Iran harus menghentikan impornya hingga 4 November nanti. Seorang pejabat kemenlu AS pada hari ini sedikit melunak dengan mengatakan, mungkin saja impor minyak Iran tidak mencapai titik nol hingga tanggal tersebut. Namun AS akan berusaha menambah jumlah negara yang menghentikan impor minyak dari Iran.

Menteri energi AS mengaku, jika pasar tidak stabil, AS siap menggunakan cadangan minyak strategisnya untuk mengekspor serta menenangkan pasar. Meski demikian, ia berkata,”Saat ini saya tidak merekomendasikan opsi ini.”

Trump, yang dengan keluarnya AS dari JCPOA dan pemberlakuan sanksi atas Iran menyebabkan potensi ketidakstabilan pasar, pada pekan lalu menyebut harga minyak dunia naik melebihi batas. Anehnya, dia justru menganggap OPEC bertanggung jawab atas hal ini. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*