Ankara,LiputanIslam.com-Mevlut Cavusoglu menanggapi ancaman presiden AS jika Turki menyerang kelompok Kurdi di Suriah. Menlu Turki ini menyatakan, negaranya tidak takut terhadap ancaman ini.

Dalam konferensi pers di Ankara, Cavusoglu juga menyindir Donald Trump. Dia mengatakan,”Sekutu strategis tidak akan menyampaikan pesan melalui media-media sosial.”

Terkait usul pembentukan kawasan aman hingga 30 km dari perbatasan Turki, Cavusoglu menegaskan bahwa hal ini bukanlah usul dari Washington, karena Ankara telah mengutarakannya beberapa kali sebelum ini.

“Namun pemerintahan Obama tidak menilainya secara realistis. Mereka baru mengajukan usulan ini usai Turki membulatkan tekadnya,”kata Cavusoglu.

Menlu Turki mengabarkan, Trump sempat menelepon presiden Turki untuk menarik pasukannya dari Suriah. “Sasaran kami adalah organisasi teroris, bukan orang-orang Kurdi. Justru Turki yang paling banyak memberi dukungan kepada etnis Kurdi,”tandas Cavusoglu.

“Kami tidak takut menghadapi ancaman dan kesulitan. Kami akan melakukan segala yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Jika dari satu sisi ada masalah ekonomi, dan di sisi lain ada ancaman terorisme, rakyat Turki memilih untuk kelaparan, tapi tidak tunduk kepada pihak lain,”pungkasnya.

Sebelum ini, Trump melalui Twitter menyatakan, jika Ankara menyerang kelompok Kurdi di Suriah, maka ekonomi Turki akan hancur. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*