Damaskus,LiputanIslam.com—Mantan Menlu Suriah mengatakan bahwa Prancis tidak layak untuk terlibat dalam proses perdamaian di Suriah selama negara itu masih terus memberikan bantuan untuk terorisme serta membasahi tangannya dengan darah rakyat Suriah. Ia menegaskan bahwa pemerintah Suriah menolak keras sikap dan ancaman perlawanan Prancis yang bermaksud untuk menekan kedaulatan bangsa Suriah.

Kantor berita SANA melaporkan pada Kamis (22/2) bahwa mantan Menlu tersebut telah mengirimkan surat kepada Sekjen PBB dan Presiden DK PBB, sebagai respon atas pernyataan-pernyataan Prancis pada 7 Februari silam. Ia mencatat bahwa Prancis tidak akan berhenti untuk memutarbalikkan fakta seputar konflik Suriah dan melindungi organisasi teroris Jabhat al-Nusra.

“Sejak krisis pertama kali melanda Suriah, Prancis telah memberikan bantuan kepada organisasi teroris di Suriah, seperti Jabhat al-Nusra dan kelompok-kelompok lainnya,” ucap mantan menteri tersebut.

“Republik Arab Suriah mengingatkan DK PBB agar segera mengambil tindakan terkait Prancis yang telah mencederai kredibilitas DK PBB, dengan cara melanggar resolusi-resolusi dan piagamnya.” Pungkasnya. (fd/SANA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*