London,LiputanIslam.com-Menlu Saudi kembali menyuarakan klaim-klaim anti-Iran dalam sebuah pertemuan di Institut Chatham House, London.

Adel al-Jubeir menyatakan, pihaknya mendukung penuh strategi Donald Trump terhadap Iran. Menurutnya, Iran harus sadar bahwa kondisi sudah berbeda dan mereka tidak lagi bisa berbuat seperti sebelumnya.

Dia menuduh bahwa program nuklir Iran bertujuan untuk membuat senjata-senjata atom. “Jika kita bisa menghentikan upaya Iran untuk memiliki kemampuan nuklir, berarti kita telah mengambil langkah penting untuk mencegah penyebaran senjata atom,”ujarnya.

Al-Jubeir menuduh Teheran menyalahgunakan kesepakatan nuklir (JCPOA) untuk membiayai tindakan-tindakan ‘kriminal’ mereka di Timteng.

Terkait Irak, menlu Saudi mengklaim, Riyadh hanya berkepentingan untuk membantu Baghdad, sementara Iran berusaha menundukkan dan menguasai Irak.

“Kami memiliki hubungan kekeluargaan dan kesukuan dengan Irak. Kami ingin mewujudkan hubungan tingkat tinggi dan strategis dengan Baghdad,”kata al-Jubeir.

Dia juga membantah tuduhan bahwa Saudi telah memblokade Qatar. “Tidak ada blokade. Pesawat kami tidak ada di langit mereka, begitu juga tidak ada kapal perang kami di perairan mereka. Kami hanya memboikot mereka. Situasi tidak akan berubah selama mereka belum mengubah sikap,”lanjutnya.

Al-Jubeir dalam pertemuan tersebut menghendaki agar Amerika meningkatkan keberadaannya di Timteng. Menurutnya, jika Washington mundur dari kawasan, maka kepentingan Paman Sam akan terancam.

“Semakin banyak Amerika berperan di Timteng, maka kawasan ini akan semakin stabil. Jika tidak, maka akan terjadi instabilitas. Kekosongan tempat Amerika akan diisi oleh ‘kekuatan-kekuatan jahat,’”ujarnya. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL