Moskow,LiputanIslam.com-Menlu Rusia menyatakan, sikap “nonkonstruktif” Washington telah merusak proses rekonstruksi Suriah, juga membuat PBB tidak bisa melakukan langkah yang diperlukan terkait masalah ini hingga terwujudnya “transisi politik.”

Sergey Lavrov mengungkapkan, kesekretariatan PBB, yang merupakan sektor eksekutif lembaga ini, dalam sebuah instruksi rahasia pada tahun lalu melarang berbagai organisasi untuk berpartisipasi dalam proyek rekonstruksi ekonomi Suriah.

AFP melaporkan, hal ini disampaikan Lavrov usai jumpa pers bersama Gebran Bassil, menlu Lebanon.

“Yang dibolehkan hanya bantuan kemanusiaan, sedangkan bantuan lain tidak diperbolehkan. Salah satu syarat yang diajukan adalah rekonstruksi Suriah hanya akan dimulai setelah adanya kemajuan dalam proses transisi politik di negara ini,”kata Lavrov.

Menurutnya, dengan sikap AS yang tidak konstruktif seperti ini, Dewan Keamanan PBB tak bisa diharapkan untuk mengambil keputusan positif terkait rekonstruksi Suriah dan kepulang para pengungsi ke negara mereka.

Lavrov mengingatkan, usai perbincangan antara Mike Pompeo (menlu AS) dan Staffan de Mistura (utusan khusus PBB untuk Suriah), Washington mengatakan bahwa rekonstruksi Suriah sebelum terwujudnya proses transisi adalah “hal yang terlalu dini.”

“Tindakan Washington bertentangan dengan resolusi 2254 DK PBB, sebab resolusi ini menekankan pentingnya menyediakan kondisi yang sesuai untuk kepulangan para pengungsi serta rekonstruksi daerah-daerah yang terdampak perang,”tandasnya, (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*