Doha,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan stasiun RT, Menlu Qatar menjelaskan detail kunjungan tak terduganya ke Irak. Dia juga membantah rumor pertemuannya dengan panglima militer terkemuka Iran, Qassem Soleimani.

Muhammad bin Abdurrahman Al Thani mengatakan, dia pergi ke Irak guna membahas persoalan diculiknya sejumlah warga Qatar dan upaya pemerintah Baghdad untuk membebaskan mereka.

Dia menyatakan, tujuan kunjungan itu adalah membuka lembar baru dalam hubungan antara Qatar dan Irak.

Dalam kunjungan tersebut, Al Thani mengaku telah menyampaikan undangan Emir Qatar kepada perdana menteri Irak. Menurutnya, Haider al-Abadi berjanji akan memenuhi undangan tersebut.

Terkait isu pertemuannya dengan Qassem Soleimani, Al Thani menyebutnya sebagai sebuah imajinasi belaka. “Andai harus ada pertemuan semacam ini, semestinya itu dilaksanakan di Doha atau Teheran,”ungkapnya.

Dia menambahkan, negaranya selalu berusaha mengambil langkah-langkah nyata dan tidak menyembunyikan sesuatu, karena Qatar tidak bersedia didikte pihak lain.

Al Thani menegaskan keinginan Doha untuk menjalin hubungan baik dengan Teheran, karena Iran adalah negara tetangga Qatar.

Menurutnya, Dewan Kerjasama Negara-negara Teluk (GCC) adalah organisasi stabil di Timteng. Dia berpendapat, sikap sejumlah negara anggota GCC terhadap Qatar baru-baru ini justru akan menggoyahkan organisasi tersebut.

Bulan Mei lalu, harian Saudi, Okaz, merilis berita soal pertemuan rahasia Al Thani dengan Soleimani di Baghdad. Berita yang tidak dikonfirmasi sumber manapun ini segera dibantah oleh Menlu Qatar. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL