Menteri Luar Negeri Palestina, Riyadh al-Maliki.

Al-Quds,LiputanIslam.com—Menlu Palestina, Riyad al-Maliki, telah mengkritisi sikap diam negara-negara Arab atas konflik yang tengah melanda rakyat Palestina selama beberapa dekade terakhir. Ia menyebut,  tidak adanya aksi nyata dari negara-negara Arab, menyebabkan Amerika semakin berani untuk mewujudkan Yerussalem al-Quds sebagai Ibu Kota Israel, seperti yang dulu pernah dideklarasikan oleh Donald Trump.

“Kegagalan kita juga telah menyebabkan negara kecil seperti Guatemala berani untuk memindahkan dubes mereka ke al-Quds,” ucap Maliki pada Kamis kemarin (8/3).

Ia menambahkan bahwa Menlu Guatemala, Sandra Jovel, tidak akan menarik kembali keputusannya untuk memindahkan dubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds. “Hal ini terjadi karena ia sadar bahwa negara-negara Arab tidak akan memberikan langkah tegas untuk menekan Guatemala karena keputusan tersebut.” Ungkapnya.

“Tindakan lancang Guatemala berasal dari fakta bahwa bangsa Arab telah gagal mengeksekusi berbagai keputusan yang telah mereka ambil puluhan tahun lalu. Jika kita tidak bisa mewujudkan keputusan-keputusan itu, bagaimana mungkin kita dapat mencegah Guatemala dan beberapa negara lainnya untuk merebut al-Quds,” tegas Maliki.

Presiden Guatemala, Jimmy Morales, sebelumnya telah mengumumkan bahwa dubesnya akan dipindahkan ke Yerussalem al-Quds pada 16 Mei mendatang. Dalam sebuah konferensi di Washington, ia menegaskan bahwa pemindahan dubes ini merupakan bukti kuat dukungan dan solidaritas Guatemala untuk Israel. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*