London,LiputanIslam.com-Ibrahim Jaafari, menteri luar negeri Irak, menyatakan bahwa terorisme adalah fenomena universal yang tidak memiliki agama dan kebangsaan tertentu. Oleh karena itu, Irak dengan pengorbanan rakyat, tentara, Peshmarga Kurdi, dan polisi antiterorisme Irak, juga disertai bantuan dari banyak lembaga dan negara-negara sahabat akhirnya berhasil menumpas ISIS.

“Para teroris dari berbagai negara seperti Amerika, Inggris, Asia Timur, negara-negara Teluk, dan selainnya memasuki Irak. Mereka berperang di barisan ISIS yang menguasai tiga provinsi besar dan sekira seperempat wilayah Irak,”kata Jaafari.

Menurutnya, perang melawan ISIS merupakan perang dunia, sebab untuk pertama kalinya, seluruh dunia berusaha menumpas sebuah organisasi teroris. Persatuan internasional semacam ini bisa dijadikan model untuk mengatasi problem-problem dunia yang lain.

Jaafari menuturkan, Eropa usai Perang Dunia II membentuk sejumlah organisasi seperti NATO dan mampu mengembalikan kedamaian ke Benua Biru. Meski mereka memiliki perbedaan mendasar satu sama lain, namun mereka mempunyai kepentingan bersama seperti keamanan dan pemulihan ekonomi.

“Negara-negara Timteng juga harus berpikir untuk membentuk sebuah aliansi guna memperkuat perdamaian di kawasan,”kata Jaafari.

Terkait al-Hashd al-Shaabi, Jaafari mengatakan bahwa semua negara, termasuk Inggris, mengandalkan kelompok perlawanan rakyat saat diserang musuh asing.

“Al-Hashd al-Shaabi sangat efektif dalam memerangi ISIS. Kelompok ini disahkan oleh parlemen dan rakyat Irak menerima mereka sebagai bagian dari tentara nasional Irak,”lanjut Jaafari.

Jaafari menyesalkan media-media Barat yang mengesankan serangan ISIS sebagai perang antara Sunni dan Syiah. Media-media Barat ini juga disebutnya tidak mempublikasikan berita-berita yang benar tentang al-Hashd al-Shaabi.

“ISIS adalah musuh Sunni dan Syiah. Semua kelompok di Irak adalah korban kekejaman kelompok teroris ini. Al-Hashd al-Shaabi tidak terkait dengan mazhab dan mereka berperang demi kedaulatan nasional Irak,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL