Riyadh,LiputanIslam.com-Mantan kepala biro intelijen Saudi mencoba menganalisis terbentuknya kampanye atas Muhammad bin Salman (MbS) dari berbagai sisi.

Turki al-Faisal pada hari Jumat (19/5) di hadapan para pebisnis Saudi menyatakan, saat ini ada sebuah propaganda besar terhadap Saudi dan para petingginya, termasuk MbS. Menurutnya, terbentuknya propaganda anti-Saudi ini bisa dikaji dari berbagai sudut pandang.

Berdasarkan laporan situs berita al-Weeam, al-Faisal berkata bahwa putra mahkota Saudi mendapat sambutan luas saat melawat ke sejumlah negara seperti Mesir, Inggris, AS, dan Prancis. Namun, menurutnya, di saat yang sama, ada sejumlah pihak yang melancarkan kampanye anti-MbS dan anti-Saudi; pihak-pihak yang disebutnya selalu memusuhi Saudi.

“Pembentukan kampanye ini berakar pada pemikiran sayap kanan radikal dan sayap kiri. Ini merupakan kontradiksi, karena dua sayap kanan dan kiri bersama-sama melawan negara. Paham-paham mereka juga keliru dan tak bisa diterima sama sekali,
kata al-Faisal.

Dari sisi kedua, kata al-Faisal, propaganda ini berasal dari ‘gerakan Zionis.’ “Sebab, sejak Saudi dibentuk dan sebelum munculnya Israel, Saudi selalu menjadi target Zionis,”ujarnya.

Yang terakhir, al-Faisal mengklaim bahwa Iran adalah pihak ketiga yang melancarkan propaganda tersebut. Dia menyebut Iran selalu mencari-cari permusuhan dengan Saudi semenjak kemenangan revolusi di negara itu.

“Semua pihak ini bersikeras memusuhi kita (Saudi). Kita tak punya cara lain kecuali menghadapi dan menundukkan mereka. Satu-satunya cara perlawanan adalah gerakan kolektif,”tandas al-Faisal. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*