Riyadh,LiputanIslam.com-Para kepala negara-negara yang hadir dalam KTT Islam-Amerika di Saudi mengambil langkah aneh bin ajaib. Mereka sepakat memilih ibukota Saudi sebagai ‘pusat perang melawan radikalisme.’

Menurut harian al-Sharq al-Awsat, tujuan dibentuknya pusat ini adalah menghadapi penyebaran aliran radikal ideologis dan dukungan terhadap penguatan Islam Moderat di dunia.

Kesepakatan ini diambil saat pertemuan Raja Salman bin Abdul Aziz dengan Donald Trump, Sabtu (20/5).

Rencananya, pusat ini akan diresmikan setelah KTT ini berakhir.

Deputi Menlu Kuwait, Khaled al-Jarallah, mengatakan,”Pembentukan pusat internasional pembasmian radikalisme dan ekstremisme adalah hasil dari upaya Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dan Saudi. Mereka selalu berusaha tanpa henti untuk memerangi kekerasan dan terorismi di Timteng serta dunia.”

“Diharapkan bahwa markas ini berperan vital dalam memerangi radikalisme dan membasmi pemikiran terorisme di kawasan,”tambahnya.

Ini adalah keputusan menggelikan, karena Saudi merupakan tanah kelahiran salah satu aliran pemikiran paling radikal dan berbahaya, yaitu Wahabisme. Pemikiran ini menjadi asupan ideologi mayoritas kelompok teroris di dunia.

Wahabisme memiliki akar kuat di Saudi dan melahirkan kelompok-kelompok ekstremis seperti al-Qaeda, ISIS, al-Nusra, dan selainnya. Kelompok-kelompok ini bukan hanya mengacaukan kawasan Timteng saja, tapi juga meresahkan penjuru dunia yang lain. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL