ABC2Washington, LiputanIslam.com — Mantan Presiden AS John F. Keneddy (JFK) dibunuh oleh kelompok orang-orang jahat karena ia menentang Perang Vietnam dan kompleks industri militer. Hal ini disampaikan oleh Dr. Paul Craig Roberts, yang pernah bekerja di Gedung Putih di era JFK, lalu menjadi Asisten Menteri Keuangan di masa pemerintahan Reagan. Saat ini, ia merupakan editor dari Wall Street Journal, dan aktif menulis di berbagai media terkemuka.

Baca: AS dan Dunia, Masa Depan Penuh Kengerian

“JFK bermaksud menarik AS keluar dari Perang Vietnam jika ia terpilih kembali sebagai presiden. Ia bahkan ingin mencincang CIA menjadi seribu sepihan, dan membatasi wilayah militer-keamanan dalam menggunakan anggaran AS,” tulis Roberts, di blog pribadinya.

“Itulah sebabnya JFK dibunuh. Kejahatan orang-orang yang ada di Washington tidak hanya membunuh pihak asing yang mencoba melakukan hal yang benar, tetapi mereka juga membunuh orang Amerika sendiri,” lanjut dia.

JFK menjabat sebagai presiden AS ke-35, sampai akhirnya dibunuh pada 22 November 1963 di Dallas, Texas. Untuk menyelidiki pembunuhan tersebut, presiden penggantinya Lyndon B. Johnson mendirikan Komisi Warren pada tahun 1963. Akhir laporan Komisi Warren sebanyak 888 halaman yang dirilis pada tahun 1964 menyimpulkan bahwa pembunuh JFK, Lee Harvey Oswald, bertindak atas kemauannya sendiri.

Namun banyak peneliti dan akademisi yang berpendapat bahwa Oswald hanyalah bagian dari persekongkolan besar, yang memang ingin menjatuhkan JFK.

“Oswald tidak melakukan apapun dalam pembunuhan JFK, itulah sebabnya ia juga dibunuh dalam penjara Dallas sebelum diinvestigasi,” tulis Roberts.

“Komisi Warren sangat menyadari hal ini. Kambing hitam yang bisa menutupi kasus ini memang diperlukan karena AS telah terbelit dalam Perang Dingin dengan Uni Sovyet. Menempatkan Militer AS, CIA, dan Secret Service sebagai pembunuh JFK akan mengguncang kepercayaan rakyat AS terhadap pemerintah mereka,” papar Roberts.

Jurnalis Iran Hamid Golpira menulis, “Tiga presiden AS selanjutnya (setelah JFK) yaitu Lyndon B. Johnson, Richard Nixon, dan George H.W. Bush, berada di Dallas pada 22 November 1963, ketika JFK dibunuh.”

Menurut Hamid, bisa jadi kebetulan yang aneh ini memang benar-benar diatur untuk memberikan peringatan bagi presiden-presiden AS selanjutnya, bahwa ketika tidak taat pada perintah, maka mereka akan bernasib seperti JFK.

Banyak peneliti yang juga menyebut bahwa Israel juga memiliki motif untuk membunuh JFK, karena ia juga menentang program senjata nuklir Dimona. JFK meyakini bahwa kepemilikan senjata nuklir di Israel bisa memprovokasi negara-negara lainnya untuk berlomba-lomba menciptakan senjata nuklir. Tak ayal, hal ini menyebabkan ada ketegangan yang serius antara JFK dengan Israel. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL