Beijing, LiputanIslam.com—Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud, telah melakukan kunjungan ke Cina di saat Beijing berupaya untuk memainkan perann ekonomi dan diplomatik yang lebih aktif di Timur Tengah.

Pada awal kunjungan tiga-harinya itu, raja membahas penawaran investasi senilai $65 miliar kepada Cina, Kamis (16/03).

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Cina, Zhang Ming, bahwa perjanjian tersebut membahas berbagai hal. Salah satunya adalah tentang energi untuk teknologi ruang angkasa. Ia tidak memberikan keterangan lebih lanjut tentang pokok pembahasan lain dalam perjanjian itu.

Saat menyampaikan keterangannya kepada wartawan setempat, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan bahwa kunjungan Raja Salman menyoroti pentingnya hubungan antara Beijing dan Riyadh. “Kunjungan ini akan mendorong kemajuan dan meningkatkan kualitas hubungan kita, untuk menciptakan terobosan baru”, ucap Xi Jinping.

Rombongan Raja Arab Saudi tiba di Beijing pada Hari Rabu dengan membawa 1000 orang. Kunjungan kali ini adalah kunjungan keempatnya ke Asia setelah sebelumnya mengunjungi Jepang, Malaysia, dan Indonesia.

Kepergian Raja Saudi ke Asia ini bertujuan untuk mempromosikan peluang investasi kerajaan, termasuk penjualan saham di perusahaan raksasa Saudi, Aramco.

Arab Saudi berupaya untuk meningkatkan ekspor minyak ke Cina melalui kerjasama dengan tiga perusahaan minyak di negara-negara Asia, setelah sebelumnya kehilangan pangsa pasar ke Rusia pada tahun 2016.

Salman dan Xi juga membahas krisis yang terjadi di Yaman dan Suriah. Zhang mengatakan bahwa persoalan tersebut harus diselesaikan melalui jalur politik.

Tahun lalu, Cina telah mencoba untuk mengubah kebijakan tradisionalnya, yang cenderung mengabaikan Timur Tengah, dan mengambil peranan yang lebih aktif sehubungan dengan isu-isu yang muncul di Timur Tengah.

Menjelang perjalanan Raja Saudi, Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi menyampaikan bahwa Beijing siap membantu menghilangkan perbedaan terkait dengan masalah yang terjadi antara Iran dan Arab.

Pada hari Jumat, Kedutaan Besar Iran di Beijing menyambut baik tawaran Cina untuk memainkan peran penengah dan membantu menyelesaikan perbedaan antara Iran dan Arab Saudi, yang secara sepihak memutuskan hubungan dengan Republik Islam Iran tahun lalu.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada tanggal 3 Januari 2016, disusul dengan demonstrasi yang digelar di depan tempat diplomatik Arab Saudi di Iran oleh para demonstran yang marah dan mencela keluarga Al-Saud karena telah mengeksekusi ulama terkemuka, Syekh Nimr al-Nimr. (fd/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL