KuwaitCity,LiputanIslam.com-Sebuah harian Kuwait menulis, jika Iran melaksanakan ancamannya untuk menutup Selat Hormuz, harga minyak dunia akan naik hingga 300 dolar per barel.

Menurut situs al-Rai, ancaman Iran untuk menutup jalur ekspor minyak negara-negara tetangganya akan berdampak buruk bagi negara-negara selatan Teluk (Persia) secara umum, dan untuk Kuwait secara khusus.

Presiden Iran pada hari Selasa (3/7) menyatakan, AS tidak bisa menghentikan ekspor minyak Teheran ke luar negeri.

“AS mengklaim ingin mencegah Iran mengekspor minyaknya. Mereka tidak tahu arti omongan ini. Mustahil minyak Iran tidak diekspor, sementara minyak negara-negara kawasan bisa diekspor. Jika kalian (AS) mengaku bisa melakukannya, coba saja dan lihat hasilnya,”kata Hassan Rouhani.

Al-Rai menyatakan, salah satu opsi bagi Iran untuk membuktikan ancamannya adalah menutup Selat Hormuz. Jika IRGC melaksanakan ancaman ini, menurut al-Rai, Kuwait adalah negara yang menderita kerugian terbesar.

“Satu-satunya jalur ekspor minyak Kuwait, yang mencapai dua juta barel per hari, adalah Selat Hormuz. Jika jalur ini ditutup atau dihalang-halangi, maka ekspor Kuwait akan berkurang, bahkan bisa saja mandek. Ini adalah bahaya sejati bagi negara ini,”tulis al-Rai.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip al-Rai, jika ancaman Iran dilaksanakan, sebanyak 10 hingga 15 juta barel per hari dari minyak negara-negara Teluk tidak akan bisa diekspor, dan ini adalah suatu bencana besar.

Meski demikian, para pakar mengklaim, Iran tak akan melaksanakan ancamannya. Sebab, jika Teheran melakukannya, dia akan dimusuhi seluruh dunia, karena harga minyak bisa mencapai 300 dolar per barel. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*