Washington,LiputanIslam.com-Sebuah majalah AS menyebut Donald Trump orang yang enggan berkompromi dan menyukai pertemuan-pertemuan yang tak membawa hasil. Dalam hubungan internasional, Trump juga dianggap tidak menghendaki pihak lain mendapat keuntungan sekecil apa pun.

Majalah American Conservative (AC) menanggapi pernyataan presiden AS soal keinginan untuk berunding dengan Iran. AC menulis,”Pelanggaran JCPOA menunjukkan bahwa dalam tahun-tahun mendatang, tak akan ada perundingan antara AS dan Iran.”

“Trump telah melenyapkan niat baik dan kanal diplomatik terbatas yang ada berkat JCPOA. Maka, kesepakatan itu juga mustahil bisa dihidupkan kembali secara tiba-tiba.”

“Trump menghabiskan banyak waktu untuk mengkritik JCPOA, untuk kemudian menginjak-injaknya. Dalam kurun waktu ini, dia juga berusaha untuk melenyapkannya. Sebuah kesepakatan penting diplomatik tak bisa dilanggar dan diinjak-injak, lalu setelah itu berharap agar pihak lain bersedia untuk berunding.”

Menurut AC, salah satu titik kelemahan utama pada Trump dalam hubungan internasional adalah, dia gemar melakukan pertemuan, tapi enggan berkompromi.

“Presiden AS gemar melebih-lebihkan dan membesar-besarkan masalah, namun tidak suka mendapat hasil. Dia selalu menuntut permintaan-permintaan tak logis ala Machiavelli. Namun, dia tak mau memberikan apa pun kepada pihak lawan atau membiarkan mereka mendapatkan hasil sekecil apa pun.”

“Trump tidak meyakini win-win solution. Dia bersikeras untuk mendapatkan semuanya atau tidak sama sekali. Namun biasanya yang dia dapatkan adalah hasil nol,”pungkas AC. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*