Washington,LiputanIslam.com-Majalah Foreign Affairs menyebut putra mahkota Saudi sebagai orang tak berakal. Media ini juga menyarankan agar Donald Trump tidak terlibat dalam krisis Qatar dan tak memihak salah satu dari kedua pihak.

Foreign Affairs memperingatkan, jika Amerika terlibat dan memihak Qatar atau negara-negara pemboikotnya, itu akan membuat krisis ini kian rumit dan sulit diatasi.

Menurut majalah Amerika ini, bila Washington tidak bersikap netral, ketegangan akan semakin memanas dan menyeret Amerika ke urusan internal Arab yang tak berujung.

Foreign Affairs menegaskan, keberpihakan Trump kepada Saudi bukan hanya tidak menyelesaikan krisis, tapi justru akan mengeruhkan hubungan Amerika dengan negara-negara sekutunya di Teluk Persia. Oleh karena itu, seharusnya Washington meminta pihak-pihak yang bertikai untuk berunding guna menyelesaikan krisis.

Majalah ini berpendapat, krisis ini bukanlah ancaman nyata bagi stabilitas regional dan kepentingan Amerika. Foreign Affairs menyebut Muhammad bin Salman sebagai orang bodoh, tak tahu diri, congkak, dan keras kepala. Bin Salman dianggap memaksakan kehendaknya agar Qatar merubah politik luar negerinya dan memutus hubungan dengan Iran.

Foreign Affairs menyatakan, boikot empat negara Arab gagal mengucilkan Qatar. Bahkan justru mendekatkan Doha kepada Teheran dan Ankara. Boikot ini juga tidak sanggup membuat Qatar menghentikan dukungannya terhadap Hamas. Di lain pihak, lampu hijau yang diberikan Washington kepada empat negara tersebut justru menjebak mereka dalam perangkap mematikan; sesuatu yang tak akan terjadi andai Washington tidak memotivasi mereka. (af/alalam/mehr)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL