Jerman,LiputanIslam.com—Hasil jajak pendapat yang diumumkan oleh Harian Bild am Sonntag menyebutkan bahwa hampir 60 persen warga Jerman mengatakan bahwa serangan Amerika Serikat atas pangkalan udara Suriah merupakan hal yang keliru.

Aksi jajak pendapat yang digelar oleh media dan perusahaan Emnid-TNS menanyakan kepada responden tentang keputusan Washington untuk meluncurkan rudal Tomahawk di pangkalan udara Suriah.

Survei membuktikan bahwa 26 persen menyetujui aksi penyerangan tersebut, sementara 59 persen justru menolaknya.

Mayoritas responden, 80 persen, mengungukapkan bahwa serangan di wilayah teritorial Suriah seharusnya tidak terjadi lagi. Sementara itu, 9 persen tetap mendukung AS untuk melanjutkan serangannya tersebut.

AS mengatakan bahwa penyerangan itu adalah respon atas serangan gas kimia di Provinsi Idlib yang diklaim Washington telah dilakukan oleh Presiden Suriah, Bashar Assad.

Sebelumnya, AS telah meluncurkan 59 rudal Tomahawk dari kapal perang AS ke pangkalan udara Shayrat. Pangkalan udara ini dituduh AS sebagai tempat pesawat Suriah yang membawa gas kimia lepas landas.

Survei yang diumumkan Bild am Sonntag juga menyebutkan bahwa 40 persen warga Jerman takut apabila serangan AS tersebut dapat menjadi pemicu konflik militer antara Amerika dan Rusia. Sementara itu, 53 persen menganggap bahwa hal itu tak akan terjadi.

Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Moskow dan Washington.

Selain itu, Gabriel juga meminta para ahli untuk segera melakukan investigasi atas serangan senjata kimia di Provinsi Idlib, beberapa hari lalu.

“ Penting untuk PBB dan para ahlinya dari Organisasi Pelarangan atas Penggunaan Senjata Kimia (OPCW) mendapatkan akses langsung dan dapat melaksanakan investigasi mereka tanpa hambatan,” ucapnya pada harian Bild.

Rusia juga telah menyarankan agar pengiriman orang-orang prefesional segera dilakukan untuk menyelidiki serangan senjata kimia tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa serangan kimia di Suriah merupakan “tindakan barbar”. Ia pun menuding Presiden Suriah berada di balik serangan tersebut. Namun, ia tidak mampu berikan bukti atas tudingan tersebut.

Sementara itu, Damaskus telah membantah semuah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL