London,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Inggris, Theresa May, ‘merahasiakan’ beberapa bukti terkait investigasi yang dilakukan negaranya atas pendanaan Arab Saudi terhadap kelompok-kelompok ekstremis di Britain. May khawatir pemublikasian beberapa bukti tersebut dapat melukai hubungannya dengan aliansi Timur Tengah.

The Independent melaporkan pada Selasa (4/7) bahwa laporan tersebut pernah berada di tangan May setidaknya selama enam bulan. Laporan ini disusun berdasarkan hasil penyelidikan atas asal-muasal pendanaan kelompok teror yang berkembang di Inggris. Termasuk juga pendanaan uang skala internasional kepada kelompok-kelompok teroris tersebut.

Penyelidikan ini berjalan berdasarkan kesepakatan yang muncul antara Partai Konservatif dan Liberal Demokrat sebagai bentuk dukungan Inggris dalam kampanye militer pimpinan AS melawan kelompok teror di Suriah.

Saat ditanya oleh anggota parlemen, Green Caroline Lucas, mengenai laporan tersebut, May mengatakan bahwa pihaknya telah “memperbaiki pemahaman Pemerintah Inggris mengenai sifat, skala, dan sumber pendanaan kelompok teroris Islam di Inggris.”

“Saat ini, Para Menteri sedang mempertimbangkan saran yang diajukan terkait hal-hal yang bisa dipublikasikan atau pun tidak dari laporan tersebut,” tambahnya.

Bulan lalu, The Guardian memberikan keterangan bahwa laporan tersebut belum selesai dan mungkin tidak akan pernah dipublikasikan ke muka umum karena mengandung konten yang sangat sensitif.

Semenjak dirinya menjabat sebagai perdana menteri, May telah banyak berhubungan dengan kerajaan kaya minyak yang juga sekaligus pelanggan senjata terbesar di London tersebut.

Awal tahun ini, ia menyetujui perizinan jual beli senjata dengan Saudi senilai 3,5 juta Pounsterling, sekalipun pemerintahnya kini dianggap terlibat dalam kejahatan perang kerajaan Saudi yang terjadi di Yaman.

Setelah meninggalkan Uni Eropa, Inggris melihat Arab Saudi sebagai salah satu mitra dagang terbaiknya.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Lucas mengatakan bahwa penundaan May untuk menerbitkan laporan tersebut benar-benar sangat mengejutkan. Terlebih setelah serangan teror yang baru-baru ini melanda London dan Manchester. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL