Washington,LiputanIslam.com-Menhan AS mengeluhkan tidak dikabulkannya permohonan anggaran militer yang diajukan Donald Trump. James Mattis berpendapat, semestinya AS menambah pasukan mautnya tiap hari.

“Setelah beberapa lama, rencana untuk memulihkan strategi keamanan nasional tersedia di atas meja. Namun, Kongres tak hanya menolak rencana tersebut, tapi juga ‘menghentikan’ pemerintahan pada hari itu,”kata Mattis, pada Selasa (6/2) di hadapan Majlis Perwakilan AS.

Dia menyinggung persaingan AS dengan Rusia dan China saat ini. Menurutnya, benar bahwa AS tengah memerangi terorisme di berbagai tempat. Namun saat ini, prioritas keamanan nasional AS adalah melawan kekuatan-kekuatan besar, bukan terorisme.

Mattis menyebut AS tangguh dalam kekuatan militer. Namun saat ini daya saingnya di semua bidang militer (udara, darat, angkasa, dan cyber) tengah menurun.

Dia berpendapat, ada tiga jalur yang mesti ditempuh untuk meningkatkan daya saing AS. “Menambah pasukan mematikan, menguatkan aliansi lama serta membuat persekutuan baru, dan mereformasi aktivitas perdagangan departemen demi kinerja dan daya beli lebih tinggi,”tandasnya.

Mattis menambahkan, saat ini departemennya melanjutkan perang terhadap terorisme serta menghadapi rezim-rezim ‘keras kepala’ Iran dan Korut. Dia juga menyatakan, AS berusaha menjaga basis-basis militernya di Irak dan Afghanistan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*