Havana,LiputanIslam.com-Mata-mata Amerika di Kuba termasuk korban pertama serangan misterius terhadap para diplomat Paman Sam. Mereka dilaporkan mengalami gangguan pendengaran.

Menurut laporan Associated Press, masalah ini baru menarik perhatian para pejabat Amerika setelah mendapat laporan dari mata-mata mereka. Para mata-mata yang menyamar sebagai diplomat ini melaporkan masalah pendengaran yang diderita para pegawai.

Serangan misterius ini terjadi di hari-hari pertama kemenangan Donald Trump pada pilpres Amerika. Namun, belum diketahui secara pasti apakah mata-mata Amerika di Kuba merupakan para korban pertama, atau mereka yang pertama kali melaporkan serangan tersebut.

Pemerintah Washington dikabarkan sedang melakukan penyelidikan terkait serangan misterius ini.

Hingga saat ini, 21 diplomat Amerika dilaporkan menjadi korban serangan ini. Di antara 21 kasus yang sudah dikonfirmasi, para mata-mata Amerika mengalami serangan terparah di pendengaran dan otak mereka.

Dalam banyak kasus, para korban tidak mendengar suara apa pun. Mereka juga tidak mengetahui saat terjadinya serangan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar, karena sulit mengetahui pelaku serangan-serangan misterius ini. (af/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL