narkotika iranTeheran, LiputanIslam.com – Pasukan pemberantasan narkoba dari Kepolisian Iran telah menyita lebih dari 420.000 kilogram obat-obatan terlarang dalam operasi di dalam negeri selama sembilan bulan terakhir ini (21 Maret-22 Desember 2015). Hal ini disampaikan oleh Jenderal Ali Moayyedi, seperti dilansir Farsnews (12/1/2015).

“Kami telah menangkap 260.000 pengedar narkoba, menghancurkan 2.000 jaringan narkoba dan telah menghukum mati 42 orang pengedar narkoba,” jelasnya.

Moayyedi juga menambahkan, bahwa jumlah ini meningkat sebanyak 20% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014. Sebelumnya, Moayyedi juga mengumumkan bahwa lebih dari separuh narkoba dan obat-obatan terlarang yang diselundupkan ke Iran, berasal dari negara Pakistan.

“65% narkotika yang masuk ke Iran berasal dari Pakistan, dan sebanyak 35% berasal dari Afghanistan,” jelas Moayyedi.

Ia menyalahkan Afghanistan atas diselundupkannya narkoba ke Iran. Menurut Moayyedi, produksi narkotika di Afghanistan telah meningkat 40 kali lipat sejak adanya invansi Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke negara itu pada tahun 2001.

Ketika Afghanistan dikendalikan oleh Taliban, negara itu memproduksi sekitar 185 ton opium. Namun sejak AS melakukan invansi, produksi obat-obatan terlarang melonjak hingga 3.400 ton per tahun. Pada tahun 2007, perdagangan opium mencapai puncaknya, dan menurut statistik PBB, Afghanistan memproduksi 8.200 ton opium.

Sedangkan para pejabat Afghanistan sendiri menyalahkan AS dan NATO atas meningkatnya produksi opium. Mereka menuduh bahwa masalah narkotika telah terabaikan sejak adanya invansi militer.

Seperti diketahui, Iran melakukan perang besar-besaran melawan narkoba yang diedarkan oleh mafia internasional. Ribuan aparat keamanan Iran telah gugur dalam menjalankan tugasnya dalam memerangi narkoba. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL