Kepulan asap melambung tinggi di dalam kamp militer pasca pasukan UEA berhasil mengambil kontrol wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan pro mantan Presiden Hadi di wilayah Aden, Rabu (31/1).

Aden,LiputanIslam.com—Mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, baru-baru ini menyampaikan keterangan yang menggemparkan dunia Arab. Keterangan Mansur Hadi ini sekaligus memperkuat asumsi adanya keretakan hubungan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Sebab, keterangan melalui rekaman itu disampaikan oleh Hadi dari Arab Saudi, entah karena paksaan pemerintah Saudi atau kehendak pribadi.

Koran Watan melaporkan pada Senin (12/2) bahwa mantan Presiden Hadi, yang kabarnya tengah di tahan oleh pemerintah Arab Saudi, merilis sebuah rekaman yang disampaikan di Riyadh, bahwa Uni Emirat Arab adalah dalang di balik pertempuran yang telah berlangsung di Kota Aden, Yaman.

Ia menyebut bahwa UEA telah mengatur skema kudeta di kota pelabuhan sebelah selatan Yaman itu.

Tak cukup di situ saja, Hadi juga mengatakan bahwa rezim UEA tengah berusaha untuk menjalankan kepentingannya di Yaman dan berkompetisi untuk memperluas pengaruhnya di negara miskin itu bersama Arab Saudi.

Sebelumnya, Arab Saudi telah melancarkan kampanye militer atas Yaman sejak 2015 lalu untuk menegakkan kembali Mansour Hadi sebagai Presiden Yaman, serta memberantas habis gerakan Houthi yang kini berhasil menguasai Ibu Kota Sana’a.

Pertempuran antara pasukan pro-pemerintah Hadi melawan militer UEA di Yaman sempat terjadi, tepatnya di Kota Aden. Pertempuran ini sering juga disebut sebagai pertempuran internal aliansi militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dua negara ini berusaha untuk memberikan pengaruh mereka atas Yaman. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*