Banjul,LiputanIslam.com-Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, Yahya Jammeh, mantan presiden Gambia, telah meninggalkan negaranya pada Sabtu (21/1). Media-media Mesir melaporkan, Jammeh meninggalkan negaranya bersama Presiden Guinea, Alpha Conde.

Meski kalah dalam pilpres November tahun lalu, Jammeh bersikeras menjabat sebagai kepala negara Gambia. Sikapnya ini nyaris menyeret negaranya ke ambang perang di Afrika Barat.

Alpha Conde yang datang ke Gambia bersama delegasi negara-negara Afrika Barat, akhirnya berhasil meyakinkan Jammeh untuk mundur dari kekuasaan.

Sebelum ini, ECOWAS (Komisi Masyarakat Ekonomi Afrika Barat) telah menentukan batas waktu untuk mundurnya Jammeh. Mereka juga telah menempatkan satuan militer di Gambia jika Jammeh menolak permintaan mereka. Namun, ketika melihat tidak ada perlawanan setelah sejumlah tembakan ke udara dilepaskan, akhirnya mereka yakin bisa menggunakan cara diplomasi guna mengatasi perselisihan di Gambia.

Jumat (20/1) lusa, sebelum bertolak ke Gambia, Muhammad Ould Abdel Aziz, presiden Mauritania, mengatakan kepada pers, Jammeh telah setuju untuk mundur dari kursi kepresidenan.

Dalam konferensi pers ini, Conde berterima kasih atas upaya Abdel Aziz. Dia juga meminta agar semua pihak yang bertikai di Gambia bekerjasama dengan ECOWAS dan Uni Afrika dalam penyelesaian damai ini.

Conde juga memperingatkan Jammeh agar bertindak logis dan tidak membiarkan Gambia terseret dalam krisis politik dan ekonomi. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL