Kabul,LiputanIslam.com—Mantan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengecam pemerintah AS karena telah menjadikan Afghanistan sebagai tempat uji coba senjata yang membahayakan. Saat melakukan wawancara dengan stasiun televisi al-Jazeera, mantan presiden Afghanistan itu mengungkap hubungan yang terjadi antara intervensi AS dan kelompok militan ISIS.

“Menurut saya, kemunculan ISIS selalu dibarengi dengan kehadiran militer, intelijen, dan politik AS,” ucapnya pada Minggu (12/11).

Selain itu, Karzai juga mencatat bahwa AS telah bekerjasama dengan ISIS di Afghanistan agar kelompok teroris tersebut dapat bergerak di negara itu.

“Selama dua tahun, orang-orang Afghan datang dan berteriak keras karena penderitaan yang mereka alami. Tetapi, tetap saja kekejaman tak kunjung usai,” tambah Karzai.

Satu tahun setelah berhasil merebut sebagian besar wilayah di Irak dan Suriah pada 2014 silam, ISIS mulai menanamkan pengaruh dan gerakannya di Provinsi Nangarhar, Afghanistan. Dari situ, ISIS melancarkan serangan besar-besaran ke pusat kota.

Selanjutnya, Karzai mengatakan bahwa setelah militer AS menjatuhkan bom nuklir terbesar, MOU GBU-43/B, di distrik Achin, Provinsi Nangarhar, para pejuang ISIS jurtru berhasil menguasai distrik-distrik lainnya. Ini adalah kali pertama militer AS menjatuhkan bom yang setara dengan 11 ton TNT.

Kejadian ini telah membuktikan kepada kita bahwa ada “tangan” yang bermain di balik pergerakan ISIS. “Tangan” itu tiada lain adalah AS di Afghanistan,” Karzai menyimpulkan. (fd/al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL