TelAviv,LiputanIslam.com-Mantan kepala Direktorat Intelijen Militer Israel menanggapi keinginan sejumlah petinggi Partai Demokrat AS untuk kembali ke perjanjian nuklir Iran (JCPOA).

Amos Yadlin mengatakan, daripada kembali ke JCPOA, sebaiknya AS mengupayakan kesepakatan baru untuk bisa mengendalikan Teheran sepenuhnya.

Menurutnya, pasal terkait pembatasan nuklir Iran minimal harus diperpanjang hingga 30 tahun.

Beberapa senator Demokrat, seperti Bernie Sanders dan Elizabeth Warren, juga dua kandidat presiden dari partai itu untuk pilpres 2020, telah menyatakan Washington akan kembali ke JCPOA jika mereka menang dalam pemilu.

“Kembali ke JCPOA tanpa sebuah perubahan mendasar, adalah tindakan berbahaya,”cuit Yadlin dalam akun Twitter-nya.

“Langkah semacam ini hanya akan menguatkan poin-poin kelemahan kesepakatan ini, itu pun di tengah kondisi terburuk,”tambahnya.

Yadlin berpendapat, harus ada kesepakatan baru yang “memberikan solusi ketat untuk semua poin-poin bermasalah” dan memperpanjang pembatasan nuklir Iran “sedikitnya hingga 30 tahun.”

Dia juga menegaskan, kesepakatan baru harus memiliki “pengawasan lebih serius dan efektif atas aktivitas nuklir Iran” serta “penyelidikan lebih mendalam atas semua aspek program nuklir Iran.” Yadlin juga menuntut DK PBB mengawasi “program rudal balistik, aktivitas terorisme, dan intervensi destruktif Iran.”

Berdasarkan JCPOA, pembatasan aktivitas nuklir Iran adalah selama 10 tahun, terhitung sejak 2015 lalu.

Teheran sendiri menegaskan, pihaknya tak akan menerima negosiasi baru terkait JCPOA atau pembatasan program defensif rudalnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*