Washington,LiputanIslam.com-Keputusan pemerintah AS yang menyebut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris, menuai kecaman, bahkan olok-olok, dari berbagai pihak.

Richard Nephew, mantan pejabat kemenlu AS dan disebut-sebut sebagai salah satu arsitek sanksi atas Iran, menyebut langkah Washington sebagai hal konyol. Dia justru melihat tindakan ini sebagai cermin dari kelemahan Washington.

Ditujukan kepada akun Twitter yang memublikasikan keputusan Washington tersebut, Nephew mencuit,”Baiklah! Para pendukung langkah ini bisa merayakannya. Namun, ini tidak akan berpengaruh banyak pada tekanan (atas Iran). Bahkan justru meningkatkan risiko secara signifikan. Masalah utama di sini adalah sebuah motif yang tidak terlalu samar: meracuni sebuah hubungan sehingga akan memustahilkan negosiasi dengan Republik Islam Iran di masa depan.”

Dengan nada sarkastis, Nephew melanjutkan,”Menurut saya, akhirnya kita telah melakukan sesuatu sehingga Saudi, UEA, dan Israel harus bersikap serius terhadap ancaman IRGC. Bagus sekali! Setidaknya kita bisa mengatakan, kita sukses melakukan hal yang tak dilakukan Obama.”

“Pekerjaan sebagai penasihat Trump sungguh mengasyikkan. Satu-satunya yang perlu kaulakukan adalah berkata kepadanya: ‘Obama belum pernah melakukannya,’”lanjutnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*