Washington,LiputanIslam.com-Mantan menteri pertahanan AS mengkritik keras kebijakan Washington saat ini. “Jika kalian mengira bisa mengancam Iran, Suriah, atau Rusia, untuk melakukan sesuatu, itu adalah kebodohan besar,”ujar Chuck Hagel, Kamis (4/10).

“Di sana (Timur Tengah) adalah teritori Iran, sedangkan AS tidak bertempat tinggal di sana,”tambahnya dalam wawancara dengan situs Defence One.

“Kecuali jika kalian ingin mengubah realitas geopolitik. Jika begitu, ‘semoga sukses, Tuan Bolton!’”

Menurut menhan AS di masa Obama ini, tidak ada cara untuk menghindari realita. Yang harus dicari, katanya, adalah solusi yang didasari kepentingan bersama semua negara.

Hagel menyinggung jumlah serdadu AS di Suriah yang mencapai angka dua ribu personel. “Coba katakan, apa tujuan dari penempatan pasukan sebanyak ini? Saya tidak mengerti kebijakan macam apa yang sedang kita lakukan di Timur Tengah dan belahan dunia lain,”tandasnya.

Stabilitas di Suriah, menurut Hagel, hanya bisa diwujudkan dengan bekerjasama dengan Iran, Rusia, dan para pemain lain di kawasan.

“Jika tujuannya adalah membatasi pengaruh Iran, dengan ditariknya sistem pertahanan Patriot dan mengumbar ancaman soal sanksi, bagaimana bisa pemerintah mendapat sarana lain untuk mengintimidasi (Iran)?”

Statemen Hagel disampaikan beberapa jam setelah Joseph Votel mengatakan, dia tidak menerima instruksi dari Gedung Putih untuk ‘menghadapi’ Iran. Komandan Staf Pusat Tentara AS ini menyatakan, aktivitas pasukan AS di Suriah berdasarkan kebijakan-kebijakan terdahulu, (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*