TelAviv,LiputanIslam.com-Mantan direktur Mossad (2011-2016) mengungkap gagasan-gagasannya terkait embargo atas Lebanon, dengan tujuan mengalahkan kelompok perlawanan Hizbullah.

Dalam wawancara dengan Kanal 2 Israel, Tamir Pardo berpendapat, Hizbullah bisa ditundukkan dengan persatuan antara AS, Eropa, dan negara-negara Arab ‘moderat.’

“Membatasi ancaman Hizbullah dengan cara menjatuhkan embargo, 10 kali lebih mudah daripada (embargo atas) Iran. Jika Donald Trump melaksanakan hal ini, itu juga akan berpengaruh besar pada kebuntuan masalah nuklir Iran,”ujar Pardo, sebagaimana dikutip Jerusalem Post.

“Lebanon adalah satu-satunya negara di dunia dengan organisasi ‘teroris’ yang kekuatannya melebihi pasukan negara tersebut. Organisasi itu adalah Hizbullah, yang eksis di pemerintahan dan parlemen serta mampu menentukan kebijakan dalam semua urusan politik. Hizbullah terpisah dari tentara (Lebanon) dan memiliki pasukan tangguh. Mereka punya pengalaman perang yang tak bisa diremehkan. Hizbullah adalah bagian tak terpisahkan dari Iran dan tidak ada padanannya di dunia,”lanjut Pardo.

Dia berpendapat, jika AS menjatuhkan embargo atas Lebanon, sama seperti Iran, maka ekonomi Lebanon tak mampu bertahan lebih dari tiga empat bulan.

“Lebanon bukan Iran, tapi hanya sebuah negara kecil yang bergantung pada negara-negara Barat dan Sunni di kawasan,”kata Pardo.

Mantan direktur Mossad ini berkeyakinan, perang dengan Hizbullah tidak akan mendatangkan hasil. Menurutnya, walau jika hanya sebagian saja dari aspek embargo Iran diberlakukan atas Lebanon, itu akan jauh lebih efektif daripada memerangi Hizbullah. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*