New Delhi,LiputanIslam.com-Menurut laporan IRNA, para pejabat India berpendapat, penjualan salah satu pulau Maladewa ke Arab Saudi akan membahayakan keamanan dan meningkatkan aktifitas teroris di kawasan tersebut.

Sebagian partai Maladewa juga menentang rencana penjualan pulau ke Saudi. Mereka mengecam langkah ini dan menyebutnya sebagai bentuk pengkhianatan.

Partai Demokratis Maladewa mengeluarkan surat pernyataan bahwa penjualan sebuah pulau dari 26 pulau negara ini akan menyebabkan penyebaran paham Wahabisme di negara tersebut.

Ahmad Nasim, anggota Partai Demokratis dan mantan menlu Maladewa, mengatakan,”Pemerintah tidak bersedia melakukan polling dari rakyat terkait penjualan pulau ini ke Saudi.”

“Sebelum ini, penjualan tanah milik Maladewa kepada pihak asing dianggap sebagai pengkhianatan dan pelakunya dijatuhi hukuman mati,”tambahnya.

Menurut seorang anggota Partai Demokratis yang namanya tak mau disebutkan, keputusan pemerintah untuk menjual pulau ke Saudi akan menyebabkan penyebaran terorisme dan Wahabisme di kawasan.

“Saudi memberikan 300 beasiswa kepada para mahasiswa Maladewa tiap tahunnya. Mereka bertujuan menyebarkan pemikiran radikal di tengah para pemuda Maladewa,”ungkapnya.

Dia menyatakan, perekrutan pengajar-pengajar dari Saudi oleh Maladewa juga salah satu bentuk untuk menyebarkan radikalisme.

Maladewa adalah salah satu negara-negara kawasan yang belum pernah dikunjungi Perdana Menteri India, Narendra Modi.

Rencananya, Salman bin Abdul Aziz, raja Saudi, akan melawat ke Maladewa dalam waktu dekat ini.

Sejak tahun 2015, Maladewa telah mengesahkan undang-undang penjualan pulau kepada pihak asing.

Dari sisi jumlah penduduk, Maladewa adalah negara pemasok serdadu asing terbesar untuk ISIS.

Maladewa yang memiliki 327 ribu penduduk adalah negara Asia terkecil dari sisi luas wilayah dan jumlah penduduk. (af/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL