Marawi,LiputanIslam.com—Australia menyampaikan maklumatnya pada Selasa (24/10) untuk memperluas jangkauan keamanan ke Filipina dan akan mengadakan pelatihan guna menangkal serangan  kelompok teroris di wilayah perkotaan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi atas muncul dan tersebarnya kelompok teroris di wilayah itu.

Maklumat ini disampaikan beberapa saat setelah pertempuran 154 hari melawan ISIS di Kota Marawi itu berakhir. Australia, bersama dengan AS, Singapore, dan Cina turut bersedia memberikan perlengkapan senjata dan dukungan teknis lainnya.

“Semua bangsa harus belajar dari konflik yang baru-baru ini menimpa orang-orang Filipina di Marawi,” ucap Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne. Marise menambahkan bahwa Canberra dan Manila akan menjadi tuan rumah seminar pasca-konflik untuk mempelajari peristiwa yang telah berlangsung selama lima bulan tersebut.

Sekitar 80 militer Australia akan diterjunkan ke beberapa pangkalan militer di Filipina untuk melatih para tentara mengatasi aktivitas terorisme di wilayah perkotaan.

“Pasukan pertahanan Australia (ADF) akan membekali pasukan pertahanan Filipina agar mampu menangkal berbagai serangan yang dilancarkan oleh teroris,” ungkap Payne.

“Penyebaran kelompok teroris ISIS merupakan ancaman langsung untuk Australia. Kami akan bekerja sama dengan sekutu dan partner kami untuk mencegah kehadiran ISIS di wilayah ini,” tambahnya.

Payne mengatakan bahwa Australia telah fokus mengawasi para pejuang ISIS yang telah kembali dari Irak atau pun Suriah ke negara-negara di Asia Tenggara. Australia pun akan bekerjasama dengan beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura untuk memantau pergerakan kelompok teroris di wilayah Asia Tenggara. (fd/ET)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL