Yerussalem,LiputanIslam.com—Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menulis opininya yang diterbitkan The Guardian pada Rabu (1/11) bahwa Inggris harus menebus kesalahannya yang telah menyebabkan rakyat Palestina menderita selama 100 tahun. Kesalahan yang dimaksud adalah menciptakan negara Israel di Palestina.

“Peringatan 100 tahun Deklarasi Balfour ini harusnya menjadi momen bagi pemerintah Inggris untuk mengubah segalanya menjadi lebih baik,” tulis Presiden.

Pada tanggal 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, menandatangani sebuah deklarasi yang terkenal sebagai Deklarasi Balfour. Deklarasi ini berisi dukungan berdirinya tanah air bagi orang-orang Yahudi. Deklarasi inilah yang dianggap sebagai pemicu orang-orang Israel untuk menjajah Palestina. Perlu diketahui bahwa pada saat itu, Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris.

“Deklarasi Balfour adalah peristiwa masa lalu dan itu tidak akan dapat diubah. Tetapi, ia tetap bisa diperbaiki. Tentu saja ini membutuhkan keberanian. Tindakan ini mensyaratkan keberanian untuk mengenali kesalahan-kesalahan di masa lalu dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kesalahan tersebut,” tulis Abbas.

“Sudah saatnya pemerintah Inggris memainkan perannya. Melakukan langkah nyata untuk mengakhiri penjajahan Israel berdasarkan atas hokum dan resolusi-resolusi internasional, termasuk resolusi dewan keamanan PBB yang mengecam pembangunan pemukiman Israel. Sudah saatnya Inggris mengakui perbatasan negara Palestina, dengan Yerussalem Timur (al-Quds) sebagai Ibu Kotanya,” tegas artikel tersebut.

Abbas berpendapat bahwa Deklarasi Balfour ini telah mencederai hak orang-orang Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri dan menciptakan ketegangan yang hebar antara imigran Yahudi Eropa dengan penduduk asli Palestina melalui janji berdirinya sebuah negara Israel.

“Ketidakseimbangan dan penganiayaan yang terjadi antara penjajah dan penduduk asili harus segera diakhiri. Inggris mengemban tanggung jawab yang besar untuk mengakhiri ini,” sebut artikel itu. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL