Yerussalem,LiputanIslam.com—Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menolak pidato Presiden AS, Donald Trump, tentang Yerussalam . Ia mengatakan bahwa keputusan Amerika tersebut hanya akan menguatkan penjajahan Israel atas Palestina dan menambah pembangunan pemukiman Israel di negara itu.

Sementara itu, dalam komentar eksklusifnya kepada kantor berita Haaretz, Saeb Erekat, Ketua Negosiator Perdamaian Palestina, mengatakan bahwa “Presiden Trump telah mengirimkan pesan kepada rakyat Palestina: solusi perdamaian kedua negara telah berakhir. Sekarang saatnya merubah perlawanan melawan Israel.

Lebih jauh, Abbas mengatakan bahwa manuver politik yang dilakukan oleh AS sangat berseberangan dengan perannya sebagai mediator perdamaian antara Israel dan Palestina. Tak hanya itu, bagi Abbas, keputusan Trump juga dianggap telah mencederai hukum internasional dan semakin menguatkan penjajahan Israel atas Palestina.

Pada Rabu kemarin, umat Muslim di seluruh Timur Tengah telah memperingatkan Trump atas konsekuensi pengakuannya terhadap Yerussalem tersebut. (fd/haaretz)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*