NewYork,LiputanIslam.com-PM Malaysia dalam pidatonya di sidang umum PBB menyuarakan keprihatinannya atas kondisi dunia saat ini. Menurutnya, kini negara-negara kaya berbuat sesuka hati mereka, mulai dari menentukan aturan dagang dan diplomatik, hingga menjatuhkan sanksi serta melancarkan kudeta.

Mahatir Mohammad juga mempertanyakan hak veto lima negara anggota tetap DK PBB. “Hak veto ini menyebabkan semua solusi untuk krisis-krisis dunia mentah hanya karena pandangan satu negara,”kata Mahatir, Jumat (27/9) waktu New York.

Dilansir dari New Street Times, PM Malaysia mengajak PBB untuk kembali ke tujuan utamanya, yaitu menjaga perdamaian dunia. “Sudah waktunya untuk menghapus hak veto sepenuhnya. Jika tidak bisa, setidaknya aturan ini diperbaiki,”ujarnya.

Dalam pandangan Mahatir, veto baru kredibel jika itu dikehendaki dua anggota tetap dan tiga anggota tidak tetap DK PBB.

“Para pemilik hak veto tidak seharusnya berpikir bahwa mereka lebih tinggi dari hukum dan aturan internasional,”imbuhnya.

Mahatir lalu menyinggung pemunculan Rezim Zionis di kawasan Timteng. Menurutnya, sejak Israel dilahirkan, terjadi perang di banyak negara yang kebanyakan berkaitan dengan pembentukan Israel.

“Gara-gara Israel dibentuk, Islam dan Muslimin menjadi sasaran kebencian. Muslimin dituduh sebagai teroris, bahkan meski mereka tidak melakukannya. Negara-negara Muslim dibuat kacau dengan dalih menegakkan demokrasi dan mengubah pemerintahan,”tandasnya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Manakah Keputusan Trump yang Paling Penting bagi Israel?

UEA Disebut Terlibat dalam Teror 451 Warga Yaman

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*