Caracas,LiputanIslam.com-Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengolok-olok bantuan AS untuk negaranya. Dilansir oleh stasiun televisi al-Mayadeen, Maduro menyebut hadiah-hadiah AS sebelum ini telah menghancurkan Afghanistan, Irak, Suriah, dan Libya.

“Apakah mereka telah menyelamatkan rakyat Libya? Sama sekali. Mereka telah menghancurkan Suriah dan Libya. Bagaimana kondisi Afghanistan setelah intervensi AS selama 20 tahun di sana? Berapa hadiah dalam bentuk bom yang dikirimkan AS kepada rakyat Afghanistan, Irak, Suriah, dan Libya? Apakah ini bantuan-bantuan kemanusiaan?”kata Maduro.

“Ini adalah wajah asli imperium yang harus dihapus dari muka bumi; imperium AS harus segera diakhiri,”lanjutnya.

Dalam wawancara dengan wartawan, Maduro menyebut bantuan AS ke negaranya sebagai “racun” dan menentang pengiriman bantuan itu ke Venezuela.

Maduro menuding AS dan Donald Trump terlibat dalam upaya untuk menghancurkan kemerdekaan dan kedaulatan negaranya dengan dalih mengirimkan bantuan kemanusiaan.

“Dari luar, bantuan-bantuan kemanusiaan ini terlihat baik. Namun sebenarnya sangat merendahkan. Mereka ingin menutupi kejahatan dengan bantuan ini; kejahatan dalam bentuk sanksi dan embargo atas Venezuela.”

“Penghentian sanksi, pencabutan embargo, dan membiarkan Venezuela dalam kedamaian, adalah hal-hal yang kami minta dari AS dan bukan hadiah dari mereka,”tegasnya.

Maduro menyatakan kesiapannya untuk berdialog demi meraih kesepahaman antara orang-orang Venezuela. Dia menuding Uni Eropa tuli dalam masalah krisis Venezuela dan hanya mendengarkan skenario rancangan kelompok radikal kanan.

“Kami selalu mengatakan kepada Uni Eropa dan Federica Mogherini bahwa kalian tidak menyimak realita di Venezuela. Kalian menutup telinga terhadap fakta revolusi di Venezuela dan pengalaman demokrasi selama dua dekade. Uni Eropa akan gagal jika hanya mendengarkan omongan kelompok radikal kanan di Venezuela,”pungkasnya. (af/yjc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*