Foto; AFP/PressTV

Caracas,LiputanIslam.com-Setelah menghentikan penyiaran channel CNN berbahasa Spanyol di Venezuela, Nicolas Maduro menyebut channel ini sebagai ‘alat perang.’

Dalam pidatonya hari Rabu (15/2), Maduro menyatakan bahwa CNN menyebarkan berita bohong terkait pemberian visa di kedutaan Venezuela di Irak. CNN disebutnya sebagai ‘alat perang di tangan Mafia tulen.’

Dia memperingatkan Donald Trump untuk membuka mata dan telinganya dalam menghadapi kebijakan keliru yang diambil CNN dan Kementerian Luar Negeri Amerika.

Menurut Maduro, CNN dan Kemenlu AS sedang melakukan propaganda untuk mengintervensi urusan Venezuela dan menginvasinya.

Sebelum ini, pemerintah Venezuela mengumumkan, Komisi Nasional Komunikasi Negara telah memerintahkan penghentian siaran CNN berbahasa Spanyol.

Delcy Rodriguez, Menteri Luar Negeri Venezuela, menegaskan agar pemerintah memerintahkan instansi terkait untuk menindak jaringan televisi ini.

Rodriguez mengatakan, laporan CNN pada 6 Februari 2017 tentang penjualan visa ilegal di kedubes Venezuela di Irak adalah kebohongan. Menurutnya, stasiun ini telah melakukan operasi psy war terhadap negaranya.

Menlu Venezuela ini juga menyebut Misael Lopez, pegawai Kedubes yang dijadikan CNN sebagai sumbernya, sebagai ‘pelanggar.’

Laporan CNN mengklaim bahwa Tareck El Aissami, wapres baru Venezuela, berperan dalam penjualan visa ilegal ini.

Sebelum ini, Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi atas Aissami dengan tuduhan penyelundupan narkoba ke Amerika.

Di lain pihak, Carlos Lauria, koordinator senior CNN di benua Amerika, meminta agar Maduro tidak ikut campur dalam urusan media. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL