Caracas,LiputanIslam.com-Presiden Venezuela dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Mayadeen menegaskan, negaranya tidak akan pernah melupakan masalah Palestina dan isu-isu Dunia Arab.

“Saya benar-benar tulus merasakan bahwa diri saya ‘orang Palestina dan warga Arab.’ Saya adalah bagian dari persoalan historis ini,”ungkap Nicolas Maduro.

“Kami tidak memiliki hubungan dengan Hizbullah. Kami menghormati mereka sebagai sebuah kelompok politik di Lebanon. Ini adalah batas hubungan kami dengan mereka,”jelasnya.

Maduro menegaskan, hal apa pun yang dikemukakan selain ini, adalah khayalan yang dilontarkan guna menjustifikasi agresi ke Venezuela.

“Mereka berbohong soal keberadaan sel-sel Hizbullah di Venezuela. Entah siapa yang memberitahu Mike Pompeo (menlu AS) tentang Venezuela dan Hizbullah.”

Dia menyatakan, dirinya meragukan Pompeo memiliki sumber-sumber yang bisa dipercaya. Presiden Venezuela menyarankan agar menlu AS mengkaji ulang sumber-sumber intelijennya.

“Kami di pemerintahan Venezuela selalu mendukung rakyat Palestina. Kami merasa bahwa masalah Palestina adalah masalah kami sendiri,”akunya.

Menurut Maduro, Hugo Chavez (mantan presiden Venezuela) adalah orang yang pertama kali mengecam agresi Rezim Zionis ke Lebanon pada 2006 lalu.

“Kami mendukung hak bangsa Palestina untuk menentukan nasib di bawah naungan perdamaian dan kemerdekaan,”kata Maduro.

Terkait situasi politik di negaranya, Maduro menyebut Juan Guaido dan kelompok radikal kanan sebagai antek-antek dinas rahasia AS.

“Kami mendapat dukungan politik, ekonomi, dan militer dari China, Rusia, Turki, dan Iran. Negara-negara ini adalah kutub kuat di kawasan dan saling membentuk sebuah kutub yang tangguh,”tandasnya.

Maduro menekankan, dia akan tetap menjabat sebagai presiden hingga tahun 2025 nanti. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*