Paris,LiputanIslam.com-Dalam pertemuan dengan PM Israel Selasa (5/6), presiden Prancis kembali mengkritik keputusan AS untuk memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds. Emmanuel Macron mengatakan, keputusan inilah yang memicu unjuk rasa di Jalur Gaza.

Macron membantah pernyataan Tel Aviv dan Washington bahwa unjuk rasa di perbatasan Gaza tidak berkaitan dengan pemindahan kedubes AS. Dia berpendapat, langkah ini tidak membawa manfaat bagi perdamaian, dan justru sebaliknya, meningkatkan terjadinya kekerasan.

“Jika pemindahan (kedubes ke al-Quds) menyebabkan kematian banyak orang, berarti itu tak perlu dirayakan,”kata Macron kepada Netanyahu, seperti dilansir Times of Israel.

Macron mengecam segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, khususnya warga Gaza, di beberapa pekan terakhir. Dia menyatakan kesiapan Paris untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Sebelum ini, Macron telah menegaskan bahwa keputusan AS dalam memindahkan kedubes adalah sebuah kekeliruan. Dia mengatakan,”Prancis selalu berkomitmen pada keputusan ini. Anda tidak bisa mengabaikan warga yang tinggal di sana. Harus dipastikan bahwa solusi “Dua Negara” bisa diwujudkan. Tiap pihak bisa memiliki ibukota dan perbatasannya sendiri. Maka, pemindahan kedubes ini adalah sebuah keputusan keliru. Kami sangat menyesalkannya.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*