Paris,LiputanIslam.com-Presiden Prancis mengatakan, andai dia tidak turun tangan dalam masalah penahanan Saad Hariri di Saudi, mungkin sekarang Lebanon dilanda perang.

Emmanuel Macron berbicara soal diplomasi negaranya saat diwawancarai jaringan satelit BFM TV. Dia mengklaim, kunjungannya ke Riyadh untuk menemui Muhammad bin Salman terkait Hariri, telah menyelamatkan Lebanon dari krisis berbahaya.

“Andai ucapan kami tidak diindahkan, sangat mungkin bahwa saat kita berbincang sekarang, perang tengah terjadi di Lebanon. Ini adalah diplomasi gaya Prancis dan metode kita.”

“Ini adalah yang terjadi saat saya menemui putra mahkota Saudi. Saya mengundang Hariri ke Prancis dan itulah yang menyelamatkan Lebanon. Saya ingat bahwa PM Lebanon sempat ditahan beberapa minggu di Riyadh,”ujar Macron.

Hariri pada 4 November 2017 secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya di Riyadh. Dia juga menuding Iran dan Hizbullah berusaha mengendalikan Lebanon.

Hariri melewatkan dua pekan di Riyadh dalam ketidakpastian. Dengan mediasi Paris, dia meninggalkan Saudi menuju Paris, kemudian kembali ke Beirut.

Selama Hariri berada di Saudi, para pejabat Lebanon menuntut agar dia dipulangkan. Michel Aoun, presiden Lebanon, juga mengkonfirmasi bahwa Hariri ditahan di Riyadh.

Di lain pihak, Saudi membantah tuduhan tersebut, hingga menyebabkan hubungan kedua negara sempat memanas.

Saat kembali ke Beirut, Hariri mencabut pengunduran dirinya. Namun dia tidak memberi penjelasan soal kejadian di Riyadh. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*