Brussels,LiputanIslam.com-Menteri luar negeri Luxembourg meminta agar Uni Eropa mengakui Palestina sebagai sebuah negara independen.

“Setelah berubahnya sikap AS terkait pembangunan pemukiman Zionis di Tepi Barat, Uni Eropa harus mengakui negara Palestina. Langkah ini bukan karena kasihan atau pemberian cek kosong, tapi murni sebuah pengakuan terhadap hak bangsa Palestina untuk memiliki sebuah negara,”kata Jean Asselborn.

Baca: Israel Bersiaga Mengantisipasi “Serangan Balasan” Iran

AS pada hari Senin (18/11) lalu kembali menyuarakan dukungan tanpa syaratnya kepada Rezim Zionis. Mike Pompeo (menlu AS) menyatakan, kebijakan AS terkait pembangunan pemukiman di Tepi Barat telah berubah. Menurutnya, pembangunan pemukiman itu “bukan pelanggaran hukum internasional.”

Sebelum ini, pemerintahan Donald Trump juga telah mengakui al-Quds (Yerusalem) sebagai ibukota Israel. Washington juga menyebut Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Rezim Zionis.

Dukungan AS terhadap pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat menuai kritik dunia internasional. PM Malaysia menyatakan, sejak saat ini negaranya tidak dijamin akan aman. Sebab, kata Mahathir Mohammad, ketika tindakan sebuah negara membangun pemukiman di wilayah negara lain dianggap legal, maka bisa saja hal serupa dilakukan negara lain di Malaysia. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*