TelAviv,LiputanIslam.com-Berdasarkan kutipan media-media Israel dari statemen Avigdor Lieberman, Israel disebut tidak sanggup bertahan menghadapi krisis dalam kondisi perang jika program 5 tahun tidak dijalankan.

Harian Yedioth Ahronoth dalam laporannya menyatakan, Israel butuh 5 milyar shekel ( 1,4 milyar dolar) untuk meningkatkan resistansi front dalam negerinya.

Menteri perang Rezim Zionis menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi Israel terkait ketahanan dalam negerinya. Lieberman mengaku, perlindungan untuk tiap warga Yahudi di Jalur Gaza membutuhkan dana sebesar 37 ribu shekel (10 ribu dolar).

Lieberman mengungkap kekhawatirannya atas serangan rudal tentara Suriah ke kawasan utara Tanah Pendudukan dan biaya besar untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Hingga akhir tahun ini, kita akan menganggarkan 150 juta shekel (42 juta dolar) untuk pemulihan dan peningkatan ketahanan tempat-tempat perlindungan massal,”ujarnya.

Pernyataan ini dirilis usai tentara Israel pada Rabu malam (9/5) mengumumkan, sejumlah 20 rudal ditembakkan dari wilayah Suriah ke Dataran Tinggi Golan.

Kamis kemarin (10/5) jet-jet tempur dan satuan artileri Israel dikabarkan menggempur sejumlah lokasi di Suriah. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas tembakan mortir ke Dataran Tinggi Golan.

Tentara Rezim Zionis mengaku bahwa tembakan mortir itu berasal dari milisi pendukung Iran di Suriah. Sebagai balasan, Israel menyerang pangkalan-pangkalan yang diklaim ditempati pasukan Iran. (af/alalam/irna)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*