Tehran,LiputanIslam.com—Iran telah bersumpah untuk tetap melawan sanksi yang dijatuhkah AS kepada negaranya. Bentuk perlawanan itu dilakukan dengan cara mengizinkan perusahaan swasta di Iran untuk melakukan aktivitas ekspor. Tak hanya itu, Iran juga mengingatkan Arab Saudi sebagai anggota OPEC agar tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

“Kami ingin mencekal upaya AS untuk menghentikan ekspor minyak Iran,” ucap Wapres Iran, Eshagh Jahangiri pada Senin lalu (3/7). Menurutnya, pemerintah Iran telah menyusun rencananya untuk menghadapi sanksi AS.

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa Amerika mulai menjatuhkan sanksi ekonomi pada Iran usai Presiden Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran.

Sanksi tersebut berupa penghentian ekspor minyak Iran ke seluruh penjuru dunia. Amerika sendiri telah mengajak sekutu-sekutunya untuk berhenti membeli minyak dari Iran. Akibat sanksi yang dijatuhkan AS ini, cadangan minyak dunia yang dibutuhkan oleh masyarakat dunia menurun drastis. Presiden Amerika, Donald Trump, melalui akun twitternya telah memintah Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyaknya hinggal 2.000.000 barel.

Menanggapi permintaan Trump, Raja Arab Saudi menjawab hanya akan menaikan produksi minyak jika memang benar-benar dibutuhkan.

Namun, jika Arab Saudi menaikkan produksi minyak, ia akan melanggar perjanjian yang telah tercantum dalam OPEC yang telah disepakati sebelumnya. (fd/dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*