Moskow,LiputanIslam.com-Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, membantah tuduhan-tuduhan atas negaranya saat diwawancarai National Interest, Rabu (29/3). Lavrov menyebut tuduhan soal intervensi Rusia dalam urusan internal Amerika, khususnya pilpres 2016, sebagai hal tak berdasar.

“Menurut saya, ini tuduhan-tuduhan tak berdasar. Saya belum pernah melihat satu bukti sekalipun yang menkonfirmasi tuduhan ini,”ujar Lavrov.

Menteri Luar Negeri Rusia berpendapat, tuduhan-tuduhan semacam ini lazim digunakan dalam panasnya suasana pemilu. Dia berkata,”Dikarenakan sejumlah faktor, Partai Demokrat AS berpikir bahwa tuduhan-tuduhan ini efektif untuk meningkatkan elektabilitasnya di tengah warga AS. Mereka mempermainkan emosi warga dengan menyatakan bahwa urusan internal AS tak boleh diintervensi.”

Lavrov memandang hal ini sebagai propaganda “Rusiafobia”. Dia menyatakan, dirinya sangat mencemaskan hal ini, sebab Rusia tidak ingin bermusuhan dengan warga AS.

Dalam wawancara ini, Lavrov juga menangkis tuduhan pelanggaran HAM yang dilakukan Rusia di Crimea, khususnya terkait diskriminasi terhadap etnis Tartar.

“Setiap hari, publik dicuci otak dengan kabar-kabar tak berdasar seperti invansi Rusia ke Ukraina, ‘perampasan’ Crimea, dan sebagainya,” kata Lavrov.

“Orang-orang yang pergi ke Crimea melihat bagaimana masyarakat di sana hidup dengan tenang. Mereka semua tahu bahwa kabar-kabar soal pelanggaran HAM terhadap etnis Tartar Crimea adalah dusta belaka,”pungkasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL