Washington,LiputanIslam.com-Klaim AS sebagai pendukung kebebasan berpendapat semakin diragukan. Dalam kasus terbaru, seorang jurnalis asal Finlandia menyatakan, kementerian luar negeri AS membatalkan penghargaan jurnalistik yang akan diberikan kepadanya.

Jessikka Aro mengaku, pembatalan ini disebabkan kritikannya terhadap presiden AS, Donald Trump.

Dilansir oleh Foreign Policy, awalnya kemenlu AS memberitahu Aro bahwa dia memenuhi syarat untuk meraih International Women of Courage Award. Namun belakangan, kemenlu AS menyatakan bahwa “kekeliruan memprihatinkan” telah terjadi dan bahwa dia batal memperoleh penghargaan tersebut.

“Lantaran tiadanya koordinasi dengan para nominator dan kedubes-kedubes kami, telah terjadi sebuah kekeliruan memprihatinkan. Seorang kandidat mendapat pemberitahuan keliru bahwa dia memenangkan penghargaan. Kami sangat prihatin atas kekeliruan ini,”kata juru bicara kemenlu AS kepada Hill.

Meski demikian, seorang pejabat anonim di kemenlu AS mengatakan kepada Foreign Policy, bahwa Aro dicoret lantaran pernah mengkritik Trump sebelum ini.

Saat diwawancarai Foreign Policy, Aro mengkonfirmasi pencoretan dirinya dari penerima penghargaan. Menurutnya, sangat menakutkan bahwa ternyata masalah-masalah lama masih memengaruhi kebijakan pemerintah AS.

“Saya syok saat mendengar kabar pencoretan saya. Fakta bahwa kebijakan politik atau pandangan sempit presiden bisa memengaruhi keputusan diplomat AS untuk memilih karya tentang HAM sungguh sangat menakutkan,”ujar Aro. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*