Suriah,LiputanIslam.com—Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa hampir selusin warga sipil telah kehilangan nyawa karena serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS di Suriah. Koalisi pimpinan AS yang katanya berjuang untuk menghabisi kelompok takfiri Daesh di Suriah itu telah melakukan serangannya di dua tempat. Serangan pertama dilakukan di wilayah kelompok militan, bagian timur Provinsi Dayr al-Zawr dan serangan kedua dilakukan di bagian utara Provinsi Raqqah.

Sumber-sumber, yang tak mau disebutkan nama itu, mengatakan bahwa serangan udara pertama ditargetkan di Desa al-Sakriyah, pinggiran timur Dayr al-Zawr. Sebuah desa yang terletak 450 kilometer dari ibu kota Damaskus, Minggu (16/04).

Dalam serangan itu, sedikitnya enam orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Kantor berita berbahasa Arab, Smart News, juga melaporkan bahwa serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan AS tersebut juga telah melakukan serangannya di Desa Ya’rab, bagian barat Provinsi Raqqah.

Serangan tersebut juga telah menewaskan lima warga sipil, yang semuanya adalah anggota keluarga.

Pernyataan yang dirilis oleh kantor berita resmi Suriah, SANA, mengatakan bahwa serangan udara itu terjadi di desa Timur Hatla, dekat kota Dayr al-Zawr, sekitar pukul 5.30 pagi waktu setempat (1530 GMT), (12/04).

Ia menambahkan bahwa kepulan asap putih tebal menutupi wilayah tersebut setelah serangan terjadi. Serangan tersebut juga menyebabkan kobaran api yang berlarut hingga malam.

Koalisi pimpinan AS telah melakukan serangan udara terhadap kelompok militan takfiri yang disebut Daesh di Suriah, sejak tahun 2014. Meskipun begitu, aksi penyerangan AS tersebut dilakukan tanpa seizin pemerintah Suriah atau mandat dari PBB.

Kota Raqqah yang terletak di bagian utara Sungai Efrat diserbu oleh teroris Daesh sejak Maret 2013. Wilayah tersebut diproklamirkan sebagai pusat aktivitas administratif dan kontrol kelompok Daesh untuk kegiatan tahun depan.

Koalisi pimpinan AS telah berulang kali dinyatakan menargetkan dan membunuh warga sipil.

Suriah telah berjuang melawan kelompok-kelompok militan dan teroris yang disponsori asing sejak Maret 2011. Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, mengatakan bahwa jumlah korban yang tewas akibat krisis tersebut telah mencapai 400.000 jiwa. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL