Raqqa,LiputanIslam.com—Pesawat tempur AS kembali melakukan pelbagai serangan di Suriah. Mereka meledakkan drone milik pemerintah Suriah yang beroperasi di dekat perbatasan Suriah-Yordania dan membunuh setidaknya 17 warga sipil di sebelah utara Provinsi Raqqa.

Berdasarkan atas laporan yang disampaikan juru bicara koalisi militer AS di Suriah pada Kamis (8/6), Kolonel Ryan Dillon menyatakan bahwa serangan udara AS mengenai drone yang beroperasi di dekat perbatasan Suriah-Yordania.

Dillon mengklaim bahwa rudal yang dibawa oleh drone tersebut akan diarahkan kepada pasukan koalisi AS yang berpatroli di luar zona aman.

“Drone tersebut memiliki ukuran yang sama dengan Predator MQ-1 AS dan pemilik drone tersebut sepenuhnya belum diketahui,”ucapnya.

Amerika telah mendeklarasikan dirinya untuk menduduki wilayah di luar zona aman di kota al-Tanf. Pasukan aliansi AS tersebut berada di jarak 55 kilometer dari zona aman dan mengklaim bahwa hanya pasukan aliansi Washington saja yang boleh memasuki wilayah tersebut.

Serangan ini merupakan serangan ketiga yang dilakukan oleh koalisi militer AS atas tentara Pro-pemerintah Suriah, dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

Di saat yang sama, serangan udara AS atas Suriah kembali merenggut nyawa banyak warga sipil. Berdasarkan atas pantauan Observasi Suriah untuk HAM bahwa 25 kali serangan AS di kota Raqqa telah menewaskan sekurang-kurangnya 17 warga sipil.

Pantauan tersebut menyatakan bahwa puluhan warga sipil mengalami luka-luka akibat serangan AS tersebut dan jumlah korban yang meninggal kemungkinan akan terus bertambah.

AS telah melakukan invansi militer ke Suriah untuk melawan kelompok yang ia klaim sebagai teroris Daesh di negara itu sejak September 2014 tanpa adanya izin dari pemerintah Damaskus atau pun mandat PBB. Alih-alih membunuh para teroris, serangan AS justru merenggut ratusan nyawa warga sipil selama dua bulan terakhir.

Pada tanggal 23 Mei, AS juga telah melakukan serangan di kota Mayadin, Provinsi Zawr. Menurut pantauan tim observasi Suriah untuk HAM bahwa serangan tersebut setidaknya telah menewaskan 106 warga sipil termasuk 42 di antaranya adalah anak-anak. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL