Raqqah,LiputanIslam.com—Kepala Observatorium Suriah untuk HAM, Rami Abdel Rahman, mengatakan pada Rabu (19/7) bahwa setidaknya 15 warga sipil telah terbunuh setelah koalisi pimpinan AS, yang katanya berperang melawan kelompok teroris ISIS, melancarkan serangan udara di Provinsi Raqqah, Suriah.

“Serangan pagi ini menimpa Desa Zur Shammar, sekitar 30 kilometer dari Raqqah di tepi selatan Sungai Efrat,” ucapnya. “Para korban itu meliputi tiga orang anak dan empat orang perempuan.” Tambahnya.

Militer koalisi pimpinan AS telah melakukan serangan udara terhadap target yang mereka anggap sebagai ISIS di Suriah sejak September 2014, tanpa izin dari pemerintah Damaskus atau pun mandat PBB. Aliansi militer AS telah berulang kali menargetkan dan membunuh warga sipil. Meski telah banyak menelan korban, hingga saat ini aliansi militer itu belum mampu mencapai tujuannya untuk menghancurkan ISIS.

Pada Selasa, warga sipil Suriah juga telah kehilangan nyawa mereka ketika koalisi pimpinan AS melakukan sejumlah serangan udara di Provinsi Dayr al-Zawr.

Awal bulan ini, Pentagon mengakui bahwa serangan udara koalisi pimpinan AS telah membunuh lebih dari 600 warga sipil antara Agustus 2014 hingga Mei 2017 di Irak dan Suriah.

Jumlah korban sipil yang dilansir oleh Pentagon ini telah berkali-kali ditentang oleh berbagai komunitas independen lainnya. Mereka berpendapat bahwa korban yang ditimbulkan oleh koalisi militer AS mencapai jumlah yang sangat besar.

Hingga saat ini, Kota Raqqah yang terletak di tepi utara Sungai Efrat, dikuasai oleh para teroris ISIS pada bulan Maret 2013, dan diplokmirkan sebagai pusat kendali dan administrasi ISIS pada tahun berikutnya.

Ada kekhawatiran bahwa jumlah kematian warga sipil dalam serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan AS mungkin akan semakin meningkat.

Akhir bulan lalu, PBB mendesak semua pihak untuk memerangi kelompok teroris ISIS, “ termasuk pasukan internasional”, untuk menyelamatkan nyawa warga sipil.

Suriah telah bertempur melawan kelompok militan dan teroris yang disponsori asing sejak Maret 2011. Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, memperkirakan bahwa lebih dari 400.000 orang telah terbunuh dalam krisis tersebut hingga saat ini. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL