Iran,LiputanIslam.com—Kuwait telah menyatakan optimismenya tentang dialog yang akan dilakukan oleh Negara-negara Arab di Teluk Persia dan Iran. Optimisme ini muncul setelah Emirat dan Teheran mengambil sejumlah langkah positif ke arah itu.

Kantor berita Kuwait melaporkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait, Khaled al-Jarallah menyampaikan pernyataan tersebut kepada para wartawan di sela kegiatannya di Kedutaan Bangladesh, Minggu (27/03).

Ia menambahkan bahwa sebuah pertemuan tingkat menteri yang diinisiasi oleh Dewan Kerjasama Teluk (GCC), sebuah organisasi yang mewadahi negara-negara Arab, akan menjembatani potensi dialog yang akan dilakukan dengan Iran pada Hari Kamis.

Ia juga menambahkan bahwa negaranya telah memberitahukan para pemimpin negara-negara di Teluk Persia tentang isi pesan yang baru disampaikan oleh Iran kepada Emirat.

Pesan resmi dari Presiden Hassan Rouhani, telah disampaikan oleh Duta Besar Iran Alireza Enayati kepada Menteri Luar Negeri Kuwait, Sheikh Sabah Al-Khalid Al Hamad Al Sabah pada 13 Maret lalu.

Diplomat Kuwait telah berkunjung ke Teheran pada akhir Januari lalu, dengan membawa pesan dari GCC. Dilaporkan bahwa pesan tersebut membahas tentang dasar dialog yang akan dilakukan oleh Organisasi Negara-negara Arab dan Republik Islam Iran.

Setelah Menteri Luar Negeri Kuwait melakukan kunjungannya ke Teheran, Presiden Rouhani pun melakukan kunjungan singkatnya ke Kuwait dan Oman.

Teheran mengecam dukungan yang dilakukan oleh Saudi dan Qatar terhadap militan Takfiri dan perang yang dilakukan oleh Riyadh di Yaman selama dua tahun. Di sisi lain, Saudi mengkritisi dukungan yang diberikan Iran untuk Suriah dalam perang terhadap kelompok militan dan menuduh Teheran juga mendukung pejuang Houthi di Yaman, sekalipun tuduhan ini ditolak oleh Republik Islam.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Januari lalu, setelah aksi protes yang dilakukan oleh Iran atas eksekusi terhadap Ulama Syiah, Nimr al-Nimr, yang dilakukan oleh Saudi. Bahrain dan sekutu-sekutu Saudi pun ikut mengendurkan hubungan mereka dengan Iran.

Meski begitu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Iran tetap menyambut baik rencana kerjasama dengan semua negara, terutama negara-negara tetangga. (fd/Presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL