Kuwait City,LiputanIslam.com-Sumber-sumber keamanan Kuwait menyatakan, Abu Ishaq, tersangka utama peledakan gereja Alexandria, pernah bekerja di Kuwait sebagai akuntan. Dia lalu dideportasi ke Mesir setelah terbukti memiliki hubungan dengan ISIS.

Dalam wawancara dengan harian terbitan Kuwait, al-Qabas, sumber-sumber ini mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Gereja Koptik St. Mark, Alexandria, memasuki Kuwait tahun 2016 melalui sebuah perusahaan kontraktor.

Berdasarkan informasi dari teman-teman sejawatnya, aparat keamanan Kuwait menahan Abu Ishaq dan menginterogasinya. Setelah terbukti dia terkait dengan ISIS, dia lalu dideportasi dan diserahkan ke pihak keamanan Mesir.

“Pertukaran informasi antara dua negara menegaskan bahwa Abu Ishaq berafiliasi dengan ISIS dan menjalin hubungan dengan petinggi kelompok ini di luar negeri. Maka kami heran kenapa dia tetap dibiarkan bebas berkeliaran di Mesir,”ungkap sumber-sumber ini.

ISIS telah mengumumkan bahwa Abu Ishaq adalah pelaku teror gereja di Alexandria dan Abu al-Baraa di gereja Tanta.

Aksi-aksi bom bunuh diri di dua gereja Koptik pada Minggu (9/4) ini telah menewaskan 44 orang dan melukai 100 orang lebih. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL