Washington,LiputanIslam.com-Untuk pertama kalinya, penasihat senior presiden AS untuk urusan Palestina menyatakan secara terbuka bahwa pemerintahan AS sekarang tidak meyakini Solusi Dua Negara.

Dilansir oleh Guardian, hal ini diutarakan Jared Kushner saat berpidato di Washington Institute for Near East Policy, Kamis (2/5).

“Jika kalian mengatakan “Dua Negara,” bagi orang Israel, ini punya satu makna, dan bagi orang Palestina, memiliki makna lain. Menurut kami, tak usah sebut frasa ini lagi…Mari kita bekerja pada detail maknanya saja,”ujar Kushner.

Sebelum ini juga sudah dilaporkan bahwa berdasarkan prakarsa ‘perdamaian’ ala AS, tak ada sesuatu yang disebut “negara Palestina.” Yang diusulkan kepada Palestina adalah satu wilayah otonom yang perbatasannya juga dikontrol oleh Rezim Zionis. Selain itu, al-Quds juga akan dianggap sebagai ibukota Israel.

Akar Solusi Dua Negara kembali pada resolusi 194 PBB. Dalam resolusi itu disebutkan, konflik Palestina-Israel harus diselesaikan dengan membentuk dua negara, yang perbatasannya ditentukan berdasarkan perbatasan tahun 1967.

Selama Perang Enam Hari melawan Arab di tahun 1967, Israel mencaplok sejumlah kawasan luas di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan al-Quds. Meski demikian, referensi-referensi internasional masih mengakui perbatasan gencatan senjata pada tahun 1949.

Sebelum bergabung dengan pemerintahan mertuanya, Kushner adalah salah satu pemilik saham korporasi properti di Tepi Barat. Sudah berbulan-bulan Kushner bertugas untuk memuluskan proposal yang dikenal dengan “Deal of Century” ini.

PLO sendiri memilih berhenti mengikuti perundingan terkait proposal ini, menyusul sejumlah tindakan AS yang merugikan Palestina, termasuk pemindahan kedubes ke al-Quds. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*