Arbil,LiputanIslam.com-Masoud Barzani, pemimpin Partai Demokrat Kurdistan, dalam wawancara media pertamanya usai referendum menyatakan, pihaknya akan mengkaji ulang hubungan dengan Amerika.

“Kami sudah memprediksi Irak akan menutup perbatasan dan menjatuhkan embargo ekonomi atas Kurdistan usai referendum. Tapi kami tak menyangka Baghdad akan melakukan serangan militer ke Kurdistan,”kata Barzani dalam wawancaranya dengan radio NPR Amerika.

Dia menambahkan, setelah menyaksikan dukungan Amerika kepada Irak, maka Kurdistan akan mengkaji ulang hubungannya dengan Paman Sam.

Dalam wawancara yang di-reposting media-media Kurdistan ini, Barzani menyatakan bahwa hubungan Kurdistan-Amerika menurun drastis usai referendum.

“Sikap Rusia terhadap Kurdistan jauh lebih baik daripada sikap Amerika,”ujarnya.

Seperti diketahui, referendum Kurdistan Irak berlangsung pada 25 September lalu di tengah penentangan dalam dan luar negeri. Di satu sisi, referendum yang digagas Barzani ini memperburuk hubungan Kurdistan dengan negara-negara kawasan dan dunia. Di sisi lain, membuat pemerintah Baghdad menempatkan tentaranya di kawasan-kawasan sengketa, khususnya di Kirkuk.

Barzani sendiri melalui pesan video yang dirilis bersamaan dengan pengunduran dirinya, mengkritik keras dukungan Amerika kepada tentara Irak.

Padahal sejumlah pengamat berpendapat, Barzani melangsungkan referendum dengan dukungan Amerika yang diberikan dari balik layar. (af/alalam/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL