Riyadh,LiputanIslam.com-Pusat HAM Teluk Persia melaporkan, rezim Saudi menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun atas Nadzir al-Majid. Penulis ini dituduh memusuhi kerajaan dan ikut serta dalam demo anti penguasa.

Para pejabat pengadilan Saudi mengklaim, al-Majid adalah seorang takfiri dan berafiliasi kepada ISIS serta al-Qaeda. Namun, klaim ini tidak disertai bukti apa pun.

Saudi telah memberi keleluasaan lebih kepada aparat keamanan dengan dalih perang melawan terorisme. Di lain pihak, para aktivis dan kelompok pembela HAM menyatakan, label “teroris” digunakan rezim Saudi untuk mendiskreditkan para penentang mereka.

Minggu pekan lalu (22/1), dilaporkan bahwa untuk kedua hari secara berturut-turut, aparat keamanan Saudi menembak secara membabi buta di kawasan Awwamiyah, ibukota provinsi al-Syarqiyah.

Perumahan dan pertokoan warga menjadi sasaran penembakan aparat hingga timbul kerugian materi. Sejumlah kendaraan juga rusak akibat penembakan ini.

Mayoritas penduduknya provinsi al-Syarqiyah adalah kalangan Syiah. Sudah lama rezim Saudi mengkhawatirkan protes dan ketidakpuasan warganya. Sebab itu, mereka terus meningkatkan pengamanan di kawasan ini.

Pada Februari 2011, al-Awwamiyah menjadi saksi unjuk rasa damai warganya. Mereka memprotes kebijakan tangan besi Riyadh terhadap minoritas Syiah di negara ini. Mereka menuntut reformasi politik dan penghentian diskriminasi atas mereka.

Dalam pembubaran unjuk rasa damai ini, beberapa orang tewas dan puluhan lainnya terluka atau ditangkap. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL